Beranda » Tanaman Hias » Mengenal 5 Cabai Hias Terpopuler di Indonesia

Mengenal 5 Cabai Hias Terpopuler di Indonesia

Mengenal 5 Cabai Hias Terpopuler di Indonesia

Cabai tidak hanya sekadar bumbu dapur yang memberikan rasa pedas pada masakan. Di Indonesia, tren menanam cabai hias semakin populer, terutama bagi pecinta tanaman yang memiliki lahan terbatas atau hobi urban farming.

Cabai hias (ornamental pepper) menawarkan perpaduan estetika yang memanjakan mata melalui gradasi warna buahnya serta bentuk pohon yang unik, namun tetap mempertahankan fungsinya sebagai bahan pangan.

Jika cabai biasa fokus pada hasil panen yang melimpah dan rasa yang seragam, cabai hias lebih menonjolkan perpaduan warna, bentuk buah yang unik, dan keindahan daunnya.

Ciri khas paling mencolok dari cabai hias adalah warnanya. Dalam satu pohon, Anda bisa melihat gradasi warna yang sangat kontras, misalnya ungu, kuning, oranye, hingga merah karena buahnya matang dalam waktu yang berbeda-beda. Bentuk buahnya pun bervariasi, ada yang bulat seperti kelereng, lonjong kecil, hingga meliuk-liuk seperti cabai keriting.

Sebagian besar cabai hias memiliki karakter pertumbuhan yang kerdil, biasanya hanya sekitar 1 meter. Hal ini membuat cabai hias sangat cocok ditanam di pot untuk penghias teras rumah atau di polybag.

Singkatnya, cabai hias adalah cara bagi para pecinta tanaman untuk menyatukan hobi berkebun estetis dengan manfaat praktis (memetik bumbu dapur sendiri).

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai jenis-jenis cabai hias yang paling populer dan dicari di Indonesia.
 

5 Cabai Hias Terpopuler di Indonesia

Berbeda dengan cabai komersial seperti cabai rawit atau keriting yang biasanya tumbuh menjuntai ke bawah, cabai hias umumnya memiliki buah yang tumbuh tegak ke atas. Selain itu, dalam satu pohon bisa menghasilkan berbagai warna buah sekaligus (ungu, kuning, oranye, merah) karena tingkat kematangan yang berbeda-beda.
 

1. Bolivian Rainbow

Cabai Hias Bolivian Rainbow
Sc: Seedville USA

Ini adalah primadona di kalangan pecinta tanaman hias. Sesuai namanya, cabai ini berasal dari Bolivia dan dikenal karena warna pelanginya.

Dalam satu pohon terdapat buah berwarna ungu, kuning, oranye, dan merah secara bersamaan. Rasa buahnya memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi, setara dengan cabai rawit. Untuk jenis cabai Bolivian Rainbow, daunnya cenderung hijau gelap dengan batang yang kadang berwarna keunguan.
 

2. Black Pearl

Cabai Hias Black Pearl
Sc: Lifting Italia

Cabai ini seringkali memenangkan penghargaan di kontes tanaman hias karena tampilannya yang eksotis dan elegan.

Daun dan batangnya berwarna ungu pekat cenderung hitam. Buahnya berbentuk bulat sempurna seperti mutiara, berwarna hitam saat muda dan berubah menjadi merah cerah saat matang. Rasa buahnya pun sangat pedas.Black Pearl anggun dan cantik bila diletakkan di pot minimalis sebagai penghias teras rumah.
 

3. Medusa

Medusa
Sc: Pepper Pulse

Jika Anda menyukai cabai hias tetapi tidak menyukai rasa pedas, Medusa adalah pilihan yang tepat. Namanya diambil dari mitologi Yunani karena bentuk buahnya yang panjang dan meliuk menyerupai rambut ular Medusa.

Keunikan cabai Medusa adalah buahnya yang tumbuh tegak ke atas dalam jumlah banyak dan rapat. Warnanya berubah dari putih gading, kuning, oranye, hingga merah tua. Rasabuahnya manis atau tidak pedas sama sekali, sehingga aman jika memiliki anak kecil di rumah yang tidak sengaja memetiknya.
 

4. Aji Charapita

Aji Charapita
Sc: Scorch Squad

Dikenal sebagai salah satu cabai termahal di dunia. Cabai Aji Charapita berasal dari Peru, dan kini telah banyak dibudidayakan di Indonesia.

Keunikan cabai Aji Charapita adalah buahnya yang sangat kecil, berbentuk bulat, dan berwarna kuning cerah yang kontras dengan daun hijaunya. Rasa buahnya sendiri memiliki aroma sitrus yang unik dengan tingkat kepedasan yang sangat menyengat (sekitar 30.000 – 50.000 SHU). Selain sebagai tanaman cabai hias, Aji Charapita memiliki nilai ekonomi karena kelangkaan dan aromanya, cabai ini sering dicari oleh kolektor dan koki profesional.
 

5. Pimenta da Neyde

Pimenta da Neyde
Sc: Alien Chili

Cabai Pimenta da Neyde berasal dari Brasil dan memiliki ciri khas yang sangat tidak biasa dibandingkan jenis cabai lainnya. Buahnya berwarna ungu gelap nyaris hitam dari muda hingga matang. Tidak ada perubahan warna menjadi merah, yang seringkali mengecoh orang untuk mengira buahnya belum matang. Rasa buahnya sangat pedas dengan aroma fruity yang kuat.
 

Cara Merawat Cabai Hias di Indonesia

Merawat cabai hias sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cabai biasa, namun ada beberapa detail yang perlu diperhatikan agar warnanya muncul secara maksimal.

  • Cahaya Matahari
    Cabai hias membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6-8 jam sehari). Kurangnya cahaya akan membuat warna daun kurang segar dan hasil buah kurang melimpah.
  • Penyiraman
    Lakukan penyiraman secukupnya. Jangan biarkan media tanam terlalu basah/becek karena dapat menyebabkan busuk akar.
  • Media Tanam
    Gunakan campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan drainase yang baik.
  • Pemangkasan
    Jangan ragu untuk memangkas pucuk tanaman agar pohon tumbuh lebih rimbun dan menghasilkan lebih banyak buah.

 

Apakah Cabai Hias Bisa Dimakan?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya adalah Ya, hampir semua cabai hias bisa dimakan. Namun, ada dua hal yang perlu diperhatikan.

  • Rasa
    Banyak cabai hias memiliki rasa yang sangat pedas namun kurang memiliki aroma atau ketebalan daging buah seperti pada cabai konsumsi.
  • Keamanan
    Jika Anda membeli cabai hias dari toko tanaman yang sudah jadi, pastikan tanaman tersebut tidak disemprot pestisida kimia berlebih yang biasanya digunakan untuk tanaman hias non-pangan.

Cabai hias adalah pilihan sempurna bagi Anda yang ingin mempercantik halaman sekaligus memiliki stok bumbu dapur yang unik. Dengan variasi warna dari ungu tua hingga kuning emas, tanaman ini membuktikan bahwa sayuran bisa menjadi elemen dekorasi yang sangat estetik.
 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *